Ini adalah kelanjutan cerita Adel dan Temon yang salah jurusan itu. Setelah sekian waktu mereka di dalam bus itu dan setelah beberapa jarak yang mereka lalui dan beberapa jenis camilan yang nikmat mereka makan, Temon mulai berbikir. Apakah benar yang dia lakukan ini? Apakah benar menaiki bus yang salah jurusan itu? Sementara dia tahu bahwa bus itu tidak menuju Kota Bahagia yang dia maksudkan. Kini Temon mulai menceritakan risalah di benaknya itu pada Adel sahabatnya. Mereka pun bertukar pikiran, bermusyawarah sebagaimana layaknya dua orang sahabat yang selalu berbagi suka dan duka itu. Sepertinya setelah mereka bermusyawarah mereka belum menemukan kesepakan. Temon yang berwatak suka menyimpan perasaan memutuskan untuk segera turun dari bus itu. Tapi dia bimbang, apakah benar-benar dia akan turun? Sementara kenikmatan yang telah dia capai saat ini belum tentu 1000 kali dalam kehidupan akan bisa dia dapati. Kini Temon benar-benar bingung dan bimbang...
Bagaimanakah kisah lanjutannya???
Yuk kita tunggu aja versi lanjutannya dari Sang Sutradara Abadi tentang kisah dua sahabat yang salah jurusan ini di waktu yang akan datang...
Salam damai...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar