Setelah Adel dan Temon bermusyawarah, akhirnya mereka memutuskan untuk memusyawarahkan hal itu pada supir bus yang mereka naiki. Alhasil supir bus tersebut bersedia mengantar mereka menuju kota Bahagia, namun dengan syarat mereka harus membayar lebih mahal dan melewati rute yang lebih jauh, berliku dan penuh dengan rintangan. Karena Adel dan Temon telah sangat menyukai bus itu dan sudah sama-sama sepakat untuk menikmati segala fasilitas yang ada, mereka pun menyutujui persyaratan yang diberikan oleh supir bus tersebut.
Kini Adel dan Temon sudah bisa duduk tenang di dalam bis itu tanpa memikirkan salah jurusan lagi. Bagi mereka pengeluaran yang lebih mahal dan harus melewati jalan yang lebih jauh, berliku dan penuh rintangan adalah sebuah pengorbanan dari sebuah upaya untuk mencapai cita-cita yang mereka ingin gapai...
Sepertinya mereka sangat menikmati perjalanan tersebut, mereka makan, minum, bernyanyi, bersendagura, sangat bahagia sekali. Wajah mereka penuh dihiasi oleh derai tawa, senyum dan kebahagian walaupun berbagai kemungkinan yang buruk siap menanti mereka di depan sana yang tak dapat mereka sangka-sangka..
Begitulah kisah perjalanan mereka saat ini... Semuanya mereka terima dan mereka jalani dengan penuh suka cita dan harap, bersyukur pada Tuhan atas segala anugrah yang telah mereka dapati..
Namun karena perjalanannya mereka masih jauh dan halangan dan rintangan masih menunggu di depan sana, maka yuk mari kita tunggu kisah selanjutnya dari Sang Sutradara Sejati...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar