Jumat, 31 Juli 2009
Jumat Pagi
Sudah lama sekali aku ga pernah menulis di tentang kisah-kisahku, banyak kejadian suka dan duka yang aku alami. mulai dari kehidupanku yang
amat pribadi ampe yang benar2 umum.
Aku mulai dari perayaan ultahku tanggal 22 Juni lalu. semua berlangsung dengan sederhana dan bahkan bisa di katakan seperti tak ada
perayaan. Namun ternyata aku memiliki adik dan ibu yang sangat care padaku. Mereka berusaha menyiapkan kue tar untuk ku yang berwarna
biru muda. Entah dimana meraka memesanya, tapi yang penting aku sangat menikmati kue itu, rasanya sangat pas sekali, nikmat sekali. Tapi yang
paling penting adalah usaha Ibu dan Adik untuk merayakan ultah ku dengan sederhana. Aku sangat bersyukur memiliki keluarga yang begitu
sayang padaku. :)
Lalu mengenai Toko, aku sudah bicara sama Bos ku. Dia menasehati aku agar aku ga boleh menyerah dan tetap harus berusaha. Dia memberiku
jalan mengajukan kredit pada BNI ato NISP. tapi akhirnya dengan berbagai pertimbangan pilihan jatuh pada BNI. Berbagai macam trik dan usaha
kita lakukan demi mendapat kredit dari BNI itu. Hingga hari ini kita sedang mengurus SKTU (Surat Keterangan Tempat Usaha). Surat ini berguna
sebagai dasar pembuatan SIUP kelak. yah mudah2an surat ini bisa selesai dalam waktu 1 minggu...
lalu kemaren siang, ada salah satu sekuriti, dia terlalu polos. Dia mengabsenkan sebagian besar teman-temanya di depan pak Bos. Akhirnya dia di
tegur ama bos, dan bla...bla...bla... ahh... bikin kesel aja deh sekuriti itu. Dan pagi ini aku bangun kesiangan, aku sebetulnya males banget mau
kerja. karena klo terlambat sama aja di potong uangnya, jadi seolah2 sama aja ga masuk kerja. Tapi akhirnya aku masuk kerja aja dari pada pusing
di rumah.
Tapi sebetulnya aku udah merasa eneg banget kerja di sini. Bosen dengan sistem kerja yang berantakan di sini. Apalagi klo bicara penghargaan dan timbal balik, ughhhh.... udah deh nanti klo urusan BNI itu kelar aku mau keluar dari sini juga....
Semoga aja semua cepet berlalu....
Amin... :)
Jumat, 05 Juni 2009
My Menyot
Aku di sini duduk mengetik ini sambil merasakan kasmaran yang amat menyiksa di hatiku..
Jumat, 29 Mei 2009
Adel dan Temon Menemukan Jalan Baru
Kali ini perjalanan itu berlanjut kembali, setelah beberapa waktu yang lalu Adel dan Temon memutuskan berjalan kaki dalam menempuh perjalan itu. Kini mereka telah menemukan alat transportasi yang baru, entah apakah alat ini bisa mengantar kan mereka menuju kota itu. tapi yang pasti mereka kini telah berusaha untuk melanjutkan perjalanan itu dengan kendaraan yang sama sekali berbeda dan belum penah ada dalam kehidupan mereka sebelumnya. Kini dengan kenyataan yang baik dan buruk mereka coba menikmati perjalanan tersebut...
Selanjutnya, biarkanlah Sang Sutradara Sejati yang menentukan... kita tunggu saja kisah selanjutnya....
Salam....
Rabu, 27 Mei 2009
Zakat
Zakat dari segi fiqh berarti sejumlah harta tertentu yang di wajibkan Allah di serahkan kepada oran yang berhak. Zakat merupakan satu rukun yang bercorak sosial ekonomi dari lima rukun Islam. Dengan Zakat, disamping ikrar tauhid (Syahadat) dan sholat, seseorang secara sah masuk ke dalam barisan umat islam dan di akui ke-islamanya. "ttapi bila mereka bertaubat, mendirikan sholat, dan membayar Zakat, barulah mereka saudara kalian seagama" At Taubah : 11
Syarat-syarat harta yang wajib dizakati :
- Milik / Kepunyaan penuh
- Didapatkan dengan cara baik dan halal
- Mencapai Nishob (batas minimal)
- Bebas dari hutang
- Berkembang dan berpotensi untuk dikembangkan
- Mencapai Haul (masa tertentu)
Subyek Zakat adalah:
- Zakat Perorangan / Individu
- Zakat Perusahaan
- Zakat Fitrah, yaitu Zakat yang di syaratkan (diwajibkan) dengan berakhirnya bulan Ramadhan. Sebagai pembersih hal-hal yang mengotori puasa dan untuk bantuan yang mencukupi bagi oragn-orang yang miskin di Hari Raya Idul Fitri.
- Zakat Maal / Harta, yaitu penyerahan bagian tertentu dari harta tertentu kepada kalangan yang berhak menerimanyauntuk meraih ridho Allah dan membersihkan jiwa, harta dan masyarakat. Zakat Maal terbagi atas beberapa jenis, yaitu :
- Zakat Profesi
- Zakat Perusahaan
- Zakat Simpanan / Tabungan
- Zakat Investasi
- Zakat Emas, Perak dan lain-lain
Zakat Profesi
Zakat Profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi (Dokter, Dosen, Guru dll) yang telah mencapai nishob. Nisab nya sama dengan 520 Kg beras dan dibayar pada saat menerima tanpa menyaratkan haul, kadar zakatnya 2,5%
Contoh:
Bapak Adel memperoleh penghasilan bersih (take home pay) dari tempat kerjanya pada bulan Juni dengan perincian sebagai berikut :
- Gaji termasuk tunjangan -- : Rp. 1.300.000,-
- Penghasilan lain-lain ------ : Rp. 700.000,-
________________________________
- Total penghasilan ---------- : Rp. 2.000.000,-
Harga beras perkilogram : Rp. 3.000,-
Nishob ------------------ : Rp. 1.560.000,-
dengan demikian Tuan Adel telah mencapai nishob, maka zakat yang wajib di keluarkan adalah 2,5% x Rp. 2.000.000,- = Rp. 50.000,-
Zakat Fitrah
Adalah zakat yang di wajibkan dengan berakhirnya bulan Ramadhan sebagai pembersih diri dari hal-hal yang mengotori puasa dan untuk mencukupi kebutuhan orang miskin di hari Idul Fitri yang dikeluarkan sebelum pelaksanaan sholat Ied.
Contoh:
Pak Temon sebagai kepala keluarga, mempunyai seorag istri, tiga orang anak dan satu orang pembentu. Makanan pokok sehari-hari mereka adalah beras seharga Rp. 6.000,-/kg. Maka zakat fitrah yang harus di bayakan oleh Pak Temon adalah:
-Pak Temon -- : 1 Jiwa
-Istri --------- : 1 Jiwa
-Anak --------- : 3 Jiwa
-Pembantu ---- : 1 Jiwa
_________________
-Jumlah ------- : 5 Jiwa
Kadar sakat untuk setiap orang adalah 2,5 kg atau 3,5Ltr beras. Jadi Pak Temon harus mengeluarkan zakat fitrah sejumlah 6 x 2,5kg = 15kg. Jika di ganti dengan uang adalah 15kg x Rp.6000,- = Rp. 90.000,-
Zakat Tabungan / Simpanan
Yang dimaksud dengan zakat tabungan / simpanan adalah zakat atas harta yang disimpan di bank, koperasi, atau lembaga keuangan lain dalam bentuk nilai tukang uang, seperti : tabungan, deposito, giro dan lain-lain. Jika ada bunga bank yang di keluarkan lebih dulu dari perhitungan.
Menghitung zakat tabungan
Bila tabungan tersebut telah genap setahun (haul) an nilai saldo akhir sejumlah batas nishab (senilai 85 gram emas), maka wajib dikeluarkan zakatnya sebanyak 2,5% dari jumlah uang tersebut.
contoh:
Jumlah akhir tabungan Pak Budi setahun ini di sebuah bank konvensional swasta sebesar Rp. 13.500.000,- dengan bunga sebesar Rp. 1.500.000,- jika harga emas Rp. 100.000 / gram. Maka Nishabnya sebesar 85gram x Rp. 100.000,- = Rp. 8.500.000,-
Zakat yang wajib dikeluarkan sebanyak 2,5% x Rp. 12.000.000,- = Rp. 300.000,-
Zakat Emas dan Perak
- Emas dan perak termasuk logam mulia (Platina) yang dizakati adalah: -Bukan perhiasan yang di pakai, tetapi perhiasan yang disimpan, -Perabotan RT, seperti sendok, garpu, cangkir, dll yang berstatus sebagai barang bergengsi (barang mewah dan mahal), -Logam murni batangan
- Untuk emas. Jika seseorang memiliki 100 gram emas berarti lebih besar dari 85gram, harga emas waktu itu Rp. 100.000,- maka zakatnya adalah 2,5% x 100 x Rp. 100.000,- = Rp. 250.000,-
- Logam mulia lainya seperti platina dan batu permata (intan, berlian), jika telah mencapai nishab senilai 85 gram emas murni, wajib di keluarkan zakatnya sebesar 2,5%
Jumat, 15 Mei 2009
Rabu, 13 Mei 2009
Beautiful Sunset
Joger
Joger, salah satu kebanggan masyarakat bali. Siapa yang tak kenal Joger?, hampir semua orang di Bali mengetahuinya.
Tak afdol rasanya ke Kuta-Bali bila tak berkunjung ke Joger yang hanya ada satu-satunya di dunia ini. Letaknya tepat di tengah-tengah kota Kuta. Sangat mudah mencarinya, cukup dengan berkata "Joger" pada supir taxy, maka dengan segera anda akan diantar ke sana.
Joger...!!!, siapa seh yang ga tau Joger??
klo ada yang ga tau, mungkin mereka belum pernah ke Kuta. hehehe...
Ground Zero

Di sinilah dulu Amrozi cs melakukan perbuatan biadab tersebut, yang merenggut ratusan jiwa manusia yang tak berdosa padanya...
Terkutuklah mereka yang melakukan aksi teror atas nama agama...
Sebuah alasan yang tak masuk akal... tak ada Jihad yang seperti mereka lakukan...
Semoga Indonesia Jaya, Semoga Indonesia Damai, Semoga Semua Umat Dunia Berbahagia...
Amin.. Om Santhi.. Santhi.. Santhi.. Om..
Banten
Pesona Kintamani

Gunung apanya namanya???
Yang jelas ini berada di kawasan Kintamani Bali, tempatnya indah sekali, tapi sayang di sana banyak pengemis yang selalu buat risih pengujung. mestinya pemerintah tanggap akan hal ini, karena ini adalah lokasi pariwisata yang amat terkenal di dunia.
Kintamani, sapa sih yang ga tau Kintamani ???
Ngaben
Apel Malang
Pulang
Mata Kehidupan
Hidup Bagai Anak Tangga
Jalanilah hidup bagai menapak anak tangga, tak ada kesuksesan yang bisa kita raih seketika. Semua memiliki tahapan yang kecil, namun tahapan-tahapan kecil itulah yang akan membawa kita sampai di puncak kejayaan kita masing. Setiap manusia memiliki batasan kejayaannya masing-masing dan pada bidang yang berbeda. Jadi jangan risaukan perbedaan itu, ga mungkin setiap orang bisa jadi presiden. Semua mesti ada atasan dan bawahan, yang penting semua bahagia dengan jalan kehidupan masing-masing.
Selasa, 12 Mei 2009
Hari-Hari yang Membosankan...
Pagi ini pikiranku kacau balau, semua yang beban pikiran yang ada di otaku seolah keluar semua. Pikiran ini itu semua menjadi satu, berputar-putar di ruang logikaku. Mulai dari perkara bank yang macet kreditnya, masalah kesehatan ibu, masalah tingkahnya mbak Lili, masalah barang-barang di toko yang kosong, masalah dana belanja untuk toko yang tipis, masalah pamanku yang telah menghancurkan kehidupanku, masalah masa depanku yang belum pasti dan masih banyak lagi…
Duh Gusti… apa yang mesti aku lakukan? Semuanya sudah menjadi satu dan saling berkaitan dan sulit sekali di pilah-pilah. Ya Allah, hari ini aku sudah benar-benar ga kuat lagi dengan semua kenyataan ini. Aku juga ingin punya masa depan yang baik, aku juga ingin merancangnya mulai hari ini. Aku ga mau kesalahan orang tuaku dulu dalam merancang masa depan mereka itu terjadi juga padaku. Aku ga mau menyalahkan mereka, bagaimana pun apa yang telah mereka lakukan, itu juga demi aku. Tapi yang penting saat ini aku ingin memperbaiki masa depanku, agar kelak keturunanku ga ada yang yang merasakan kesusahan yang seperti yang sedang aku alami ini. Aku ingin mereka kelak hidupnya jauh lebih baik dariku saat ini, setidaknya mereka ga memiliki beban yang aku miliki saat ini.
Minggu, 10 Mei 2009
Jalan yang Berguncang Menyiksa Mereka
Para pembaca, hari ini kita kembali lagi pada kisah perjalanan Adel dan Temon. Hari ini kisah perjalanan mulai memasuki wilayah yang penuh dengan jalan-jalan berlubang yang sangat memusingkan kepala mereka dan mengocok seluruh isi perut mereka. Sang supir bus terus saja berusaha menyupir bus tersebut sebaik mungkin, namun menghindari gunjangan demi gunjangan akibat jalan yang berlubang adalah hal yang mustahil bagi sang supir. Adel dan Temon mulai merasakan mual pusing dan ingin muntah. Akhirnya pada suatu ketika mereka meminta supir bus menghentikan sementara bus tersebut, mereka turun dan muntah-muntah...
"uhhh... perjalanan ini sangat meletihkan, walaupun bus yang kita tumpangi sangat nyaman, tapi tetep saja meyengsarakan", kata si Temon.
Lalu si Adel pun menyahut, "Betul nih Mon, aku hampir gila dengan keadaan yang seperti ini, lebih baik kita melanjutkan perjalanan ini dengan jalan kaki saja ya?"
Sesaat sepasang sahabat itu berpikir dan merenung..
Akhirnya dengan pertimbangan bahwa perjalanan tersebut masih sangat jauh, adalah tidak mungkin klo mereka berjalan kaki. Seandaianya pun bisa itu hanya perbuatan yang sangat konyol. Bisa-bisa baru sampai di tengah perjalanan mereka udah mati duluan. Kini mereka memutuskan melanjutkan perjalanan mereka. Bagi mereka jalan yang berlubang itu hanyalah sebagian dari pengorbanan. Walau bus berjalan sangat lambat dan berguncang-guncang mereka berusaha sabar dan menikmati guncangan demi guncangan tersebut.
Para pembaca yang setia, kini Adel dan Temon berada di dalam bus untuk melanjutkan perjalanan tersebut, walaupun sebetulnya mereka sangat tersiksa selama perjalanan tersebut. Inilah suatu bentuk pengorbanan mereka untuk mecapai Kota Bahagia tersebut. Bagaimana kelanjutan ceritanya kemudian, kita tunggu saja kisah selanjutnya dari Sang Sutradara Sejati...
Senin, 2009 Mei 11
Pengorbanan Adel dan Temon
Setelah Adel dan Temon bermusyawarah, akhirnya mereka memutuskan untuk memusyawarahkan hal itu pada supir bus yang mereka naiki. Alhasil supir bus tersebut bersedia mengantar mereka menuju kota Bahagia, namun dengan syarat mereka harus membayar lebih mahal dan melewati rute yang lebih jauh, berliku dan penuh dengan rintangan. Karena Adel dan Temon telah sangat menyukai bus itu dan sudah sama-sama sepakat untuk menikmati segala fasilitas yang ada, mereka pun menyutujui persyaratan yang diberikan oleh supir bus tersebut.
Kini Adel dan Temon sudah bisa duduk tenang di dalam bis itu tanpa memikirkan salah jurusan lagi. Bagi mereka pengeluaran yang lebih mahal dan harus melewati jalan yang lebih jauh, berliku dan penuh rintangan adalah sebuah pengorbanan dari sebuah upaya untuk mencapai cita-cita yang mereka ingin gapai...
Sepertinya mereka sangat menikmati perjalanan tersebut, mereka makan, minum, bernyanyi, bersendagura, sangat bahagia sekali. Wajah mereka penuh dihiasi oleh derai tawa, senyum dan kebahagian walaupun berbagai kemungkinan yang buruk siap menanti mereka di depan sana yang tak dapat mereka sangka-sangka..
Begitulah kisah perjalanan mereka saat ini... Semuanya mereka terima dan mereka jalani dengan penuh suka cita dan harap, bersyukur pada Tuhan atas segala anugrah yang telah mereka dapati..
Namun karena perjalanannya mereka masih jauh dan halangan dan rintangan masih menunggu di depan sana, maka yuk mari kita tunggu kisah selanjutnya dari Sang Sutradara Sejati...
Kamis, 2009 Mei 07
Temon Berpikir Kembali
Ini adalah kelanjutan cerita Adel dan Temon yang salah jurusan itu. Setelah sekian waktu mereka di dalam bus itu dan setelah beberapa jarak yang mereka lalui dan beberapa jenis camilan yang nikmat mereka makan, Temon mulai berbikir. Apakah benar yang dia lakukan ini? Apakah benar menaiki bus yang salah jurusan itu? Sementara dia tahu bahwa bus itu tidak menuju Kota Bahagia yang dia maksudkan. Kini Temon mulai menceritakan risalah di benaknya itu pada Adel sahabatnya. Mereka pun bertukar pikiran, bermusyawarah sebagaimana layaknya dua orang sahabat yang selalu berbagi suka dan duka itu. Sepertinya setelah mereka bermusyawarah mereka belum menemukan kesepakan. Temon yang berwatak suka menyimpan perasaan memutuskan untuk segera turun dari bus itu. Tapi dia bimbang, apakah benar-benar dia akan turun? Sementara kenikmatan yang telah dia capai saat ini belum tentu 1000 kali dalam kehidupan akan bisa dia dapati. Kini Temon benar-benar bingung dan bimbang...
Bagaimanakah kisah lanjutannya???
Yuk kita tunggu aja versi lanjutannya dari Sang Sutradara Abadi tentang kisah dua sahabat yang salah jurusan ini di waktu yang akan datang...
Salam damai...
Selasa, 2009 Mei 05
Adel & Temon
Alkisah ada sebuah cerita perjalanan dua orang sahabat, Adel dan Temon yang hendak pergi menuju Kota Bahagia. Di sebuah halte bus, Adel dan Temon menaiki sebuah bus nyaman bagi mereka, semua fasilitas yang ada sangat memanjakan penumpangnya. Tak hanya kursi-kursi yang empuk yang ada, tapi ada AC, faslitas Hot Spot beserta free laptop bisa digunakan untuk ber-internetan ria, Layar Televisi, Toilet bahkan makanan berat atupun ringan tersedia secara prasmanan dan masih banyak lagi yang tak pernah di temukan pada bus pada umumnya. Waktu-waktu sangat mereka nikmati dalam setiap saat perjalanan. Hingga suatu ketika mereka menyadari bahwa mereka salah jurusan. Namun kenyaman di dalam bus itu sangat berat sekali di tinggalkan. Berat bagi mereka untuk turun dan berpindah bis. Setelah berunding sesaat, mereka sepakat untuk tetap di dalam bis itu hingga akhir rute dari perjalanan bus itu.
Lalu bagaimana kisah selanjutnya???
Yuk kita nantikan episode yang akan datang, entah kapankah episode tersebut akan di tanyangkan. Kita tunggu saja penayangannya, semua masih menjadi rahasia Sang Sutradara Abadi..
Salam damai...


